Rabu, 23 Mei 2012

TALI TEMALI ( KNOTTING )

Posted by pramukadiniyyah 02.25, under | 1 comment

TALI TEMALI ( KNOTTING )

Mudah atau sukarnya membuat simpul tergantung kepada simpul yang kita buat. Seorang Pramuka harus mengetahui bagaimana cara membuatnya dengan baik. Simpul yang baik adalah mudah membuatnya akan tetapi kuat dan mudah dibuka lagi. Sebaliknya, simpul yang buruk akan mudah lepas, tidak kuat dan susah dibuka kembali.
Tali yang diperlukan harus kuat, lemas dan tidak mudah putus. Dengan sendirinya bahan tali itu harus baik, tahan pada panas juga dengan air/hujan. Jika tidak ada tali dapat menggunakan tali dari bambu yang liat         ( awi tali ). Bambu jenis ini bisa dipotong-potong kemudian dipilin menjadi tali  ( tradisional ).

A.    SEJARAH
Tali-temali juga merupakan salah satu dari ketrampilan tertua yang dimiliki manusia, yang mempunyai dua fungsi : kegunaan dan keindahan             ( dekorasi ); di beberapa tempat tali-temali telah mempuyai unsur magis dan keperluan kepercayaan tertentu ( misal seperti di India dan Amerika, pada orang-orang indian ).
Tali-temali telah lama tercatat dalam sejarah. Dan merupakan bagian penting dari banyak peristiwa perdagangan dan kerajinan dan secara khusus digunakan dikalangan pelaut. Para pelaut berlayar dengan kapal pengangkut abad ke-19, mengetahui dan telah menggunakan puluhan macam simpul dan mungkin termasuk yang paling terampil dalam hal ini. Jumlah simpul yang banyak tersebut mempunyai kegunaan masing-masing yang sangat spesifik.


B.    BAHAN-BAHAN TALI
*        Bahan-bahan tali tradisional :
-       Hemp coir ( sabut kelapa )
-       Manila hemp ( tumbuhan Abaca )
-       Henequin dan sisal ( dari spesies Agave )
*        Bahan-bahan tali modern
-  Biasanya terbuat dari bahan nylon atau fiber.
-  Kelebihan dari tali modern adalah dari faktor : kekuatannya, ringan, tahan air, tahan serangga dan jamur. Tetapi tali nylon, tidak otomatis menjadi pilihan utama.

C.    TYPE TALI
1.     Tipe Tradisional        : yang jalinannya terdiri dari 3 tali yang lebih kecil yang dianyam         ( dipilin ), jika satu terurai, maka yang lainnya ikut terurai.
2.     Tipe Kernmantel       : sangat kuat, tetapi mudah putus jika terpotong pisau.

D.    JENIS-JENIS TALI
ü  Tali Ijuk
ü  Tali Rami
ü  Tali Bambu
ü  Tali Katun
ü  Tali Nylon
ü  Tali Sintetik
ü  Tali Plastik
ü  Dan Sebagainya.
Dari jenis tali-tali tadi, tali plastik adalah tali yang paling sulit digunakan karena licin. Tali mempunyai dua buah ujung dan bagian yang memanjang disebut “Badan Tali”.
Cloud Callout: KESALAHAN MEMBUAT SIMPUL DAPAT MEMBAHAYAKAN JIWA KITA 

E.    CARA-CARA PEMELIHARAAN TALI
Ø  Tali ijuk dan tali henap adalah tali yang tahan air, supaya tahan lama tali yang baru harus diberi lilin atau dilapisi atau digosok dengan lilin.
Ø  Peliharalah tali-tali dengan menyimpannya di tempat yang kering.
Ø  Gulunglah tali dengan baik, apabila diperlukan dapat dipakai segera.
Ø  Jika tali basah, jemurlah di terik matahari agar menjadi kering, baru disimpan dengan baik.
Seorang Pramuka harus mahir menggunakan tali, untuk itu Pramuka harus tekun berlatih menggunakan tali. 

F.     KEGUNAAN KHUSUS
Salah satu dari aplikasi yang sangat berguna dari tali-temali adalah dalam proses pembuatan jaring nelayan ( jala ) untuk mencari ikan atau mengangkat barang    ( kargo ) di kapal-kapal laut. Para pelaut dan neayan dengan bantuan jarum dapat dengan mudah membuat jala. Juga tali-temali dapat digunakan untuuk berbagai kerajinan tangan seperti : tas, kantung, hiasan dinding, jaring basket, dan sebagainya.

G.    SIMPULAN TALI
Terdiri dari 1 bagian / sambungan yaitu :
1.     Pacung




2.     Sengkelit
3.     Sosok
 4.     Simpul
 

Catatan :
Simpul merupakan gabungandari pacung, sengkelit dan sosok.
H.    SIMPUL-SIMPUL

1.    Simpul Ujung Tali
Kegunaannya     :  “ untuk mencegah pintalan tali terurai “.
 

2.   Simpul Mati         
Kegunaannya     :  - Untuk mengakhiri siatu ikatan
- Untuk menyambung dua utas tali yag sama besarnya dalam keadaan kering










3.   Simpul Anyam
Kegunaannya     : Untuk menyambung dua buah utas tali yang tidak sama besarnya dalam keadaan kering










4.   Simpul Anyam Berganda
Kegunaannya     : Untuk menyambung dua utas tali yang tidak sama besarnya dalam keadaan basah










5.    Simpul Erat  
Kegunaannya     : Untuk memendekkan tali tanpa harus memotong










6.    Simpul Kembar ( simpul nelayan )
Kegunaannya     : Untuk menyambung dua utas tali yang sama besar dalam keadaan basah atau licin










7.    Simpul Tiang
Kegunaannya     : Untuk mengikat leher binatang agar tidak tercekik             ( simpul kambing )










8.    Simpul Tiang Berganda
Kegunaannya     : Untuk mengangkat orang dari bawah ke atas atau sebaliknya










9.    Simpul Kursi
Kegunaannya     : Untuk mengangkat orang dari bawah ke atas atau sebaliknya ( simpul tiang berganda )










10.  Simpul Pangkal
Kegunaannya     : - Untuk memulai ikatan
- Mengikatkan tali pada tiang
- Membuat tandu










11.  Simpul Jangkar
Kegunaannya     : - Untuk membuat tandu
                          - Menalikan pasak
                          - Mengikat cincin
                          - Menarik balok










12.  Simpul Tambat
Kegunaannya     : Untuk menarik / menyeret balok, menambatkan tali pada tiang, dan untuk memulai ikatan.










13.  Simpul Penarik
Kegunaannya     : Untuk menarik balok










14.  Simpul Tarik
Kegunaannya     : Untuk mengikatkan tali pengikat binatang ke tiang agar mudah dilepaskan kembali, bisa juga untuk turun ke jurang atau lembah atau dari pohon










15.  Simpul Hidup
Kegunaannya     : Untuk mengikatkan tali pada tiang tetapi mudah untuk dibuka kembali ( semetara )










16.  Simpul Gulung
Kegunaannya     : Untuk menarik balok, diikatkan pada tali penarik balok, sehingga orang lain dapat membantu










17.  Simpul Turki
Kegunaannya     : Untuk mengikat sapu lidi agar tidak bercerai berai, bisa juga untuk cincin kacu











I.     SIMPUL DALAM BAHASA INGGRIS
NO.
INDONESIA
ENGLISH
1
Simpul Mati
Reef Knot
2
Simpul Anyam
Sheet Bend
3
Simpul Anyam Berganda
Double Sheet Bend
4
Simpul Kembar ( nelayan )
Fisherman’s Knot
5
Simpul Kembar Ganda
Double Fisherman’s
6
Simpul Tiang
Bowline
7
Simpul Tiang Berganda
Bowline on the Bight
8
Simpul Penarik
Manharness hitch, Butterfly knot
9
Simpul Anak Tangga
Ladders
10
Simpul Penjerat
Lasso, Honda Knot
11
Simpul Pangkal
Clove Hitch
12
Simpul Gulung
Killick Hitch
13
Simpul Tambat
Timber Hitch
14
Simpul Hidup
Marlin Spike Hitch
15
Simpul Tarik
Quick Release Knot
16
Simpul Erat
Sheepshank
17
Ikatan Palang
Square Lashing
18
Ikatan Canggah
Round Lashing
19
Ikatan Silang
Diagonal Lashing
20
Ikatan KAki
Shear Lashing











J.     ANYAMAN

1.                               Anyaman Pendek
Kegunaannya     : Untuk menyambung dua utas tali yang sama besar





2.  Anyaman Mata
Kegunaannya     : Utuk membuat sosok di ujung tali agar dapat dipakai memasang kail dan sebagainya





3.  Anyaman Rantai
Kegunaannya     : Untuk memendekkan tali dan dengan cepat dapat diuraikan kembali





4.  Anyaman Ujung
Kegunaannya     : Untuk mencegah tali terurai





5.  Anyaman Tali
Kegunaannya     : Untuk keindahan dan ketrampilan





6.  Anyaman Kancing
Kegunaannya     : Untuk membuat buah baju atau kancing





7.  Anyaman Cincin
Kegunaannya     : Untuk membuat cincin kacu atau mengikat sapu idi yang terurai atau terlepas













K.    IKATAN
1. Ikatan  Penegang
Kegunaannya     : Untuk menegangkan tali yang kendur





2.                               Ikatan Palang
Kegunaannya     : Untuk mengikat dua buah tongkat atau tiang yang posisinya berpalangan, menyiku





3.                               Ikatan Silang
Kegunaannya     : Untuk mengikat dua buah tongkat atau tiang yang berposisi bersilangan





4.  Ikatan Canggah
Kegunaannya     : Untuk mengikat atau menyambung dua buah tongkat atau tiang atau lebih dengan kedudukan tegak lurus dengan tujuan memperpanjang tongkat










KEGUNAAN TONGKAT PRAMUKA
UNTUK PRAMUKA

Selain sebagai kelengkapan bagi seorang anggota Pramuka. Tongkat mempunyai banyak kegunaan ( multi guna ), dan tongkat merupakan suatu kebanggaan bagi anggota Pramuka, bisa juga disebut Sahabat Pramuka, hal inibisa dibuktikan dengan pemberian tongkat pada waktu pelantikan.

Tongkat Pramuka adalah kawan bagi setiap anggota pramuka di dalam kehidupan sehari-hari baik dalam tugas, berkemah, perjalanan. Tidak dipungkiri lagi, soal kegunaan yang banyak.

Di bawah ini adalah sebagian dari kegunaan tongkat Pramuka, Yaitu :

1)    Sebagai tiang tenda atau bivak ( tenda darurat )
2)    Sebagai tiang bendera
3)    Sebagai tempat sepatu
4)    Sebagai penghalau hewan liar, misalnya untuk anjing galak
5)    Untuk menyeberangi selokan ( pendek atau dangkal )
6)    Sebagai tiang jemuran
7)    Untuk membuat tandu ( blankar atau dragbar )
8)    Utuk membuat jembatan kecil
9)    Untuk memadamkan api
10)  Untuk membantu mengukur jarak, tinggi
11)  Sebagai kawan diwaktu mendaki
12)  Sebagai alat berpegang di waktu malam hari, agar tidak mudah jatuh
13)  Untuk beristirahat ( bisa untuk dibuat kursi darurat )
14)  Untuk kelengkapan baris-berbaris
15)  Untuk alat beladiri
16)  Untuk memanjat tembok tinggi
17)  Untuk mengukur dalamnya suatu kolam, dsb.

Oleh karena itu, rawatlah tongkatmu dengan sebaik-baiknya seolah-olah saudaramu sendiri.

Ukuran tongkat yang baik adalah 160 cm ( agar bermanfaat bila digunakan untuk tandu ). Tetapi menurut baden powell, tonkat itu sebaiknya setinggi hidung masing-masing pandu.
















SEJARAH KEPANDUAN DUNIA

Sejarah kepanduan tidak dapat dipisahkan dengan terbitnya buku Scouting For Boys yang ditulis oleh Baden Powell pada tahun 1908, karea buku inilah yang pertama kali menyebabkan anak-anak dan remaja beramai-ramai bergabung dalam kegiatan di alam terbuka yang dinamakan Gerkan Kepanduan ( Boys Scouts ).
Gerakan Kepanduan ( Boys Scouts ) didirika oleh Lord Baden Powell of Gilwell. Ia dilahirkan di London, Inggris pada tanggal 22 Februari 1857. Nama lengkapnya adalah Robert Stepheson Smyth Baden Powell. Para Pandu ( Pramuka ) biasa memanggil beliau dengan sebutan Baden Powell.
Baden Powell mendirikan kepanduan putra dan putri dengan dibantu oleh adik perempuannya, Agnes Baden Powell, yag kemudian hari dilanjutkan oleh Lady Baden Powell.
Kepandua Siaga didirikan pada tahun
  




1 komentar:

Bagus banget , tali temalinya jelas beserta kegunaannya.. kalau boleh tambahkan gambarnya supaya lebih baik.. :)

Poskan Komentar